Diberhentikan dari Jabatan Ketua KPK, Firli Bahuri Tak Punya Wewenang Ambil Keputusan Lagi!

Diposting pada

SUARASRAGEN.COM – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak mengatakan Firli Bahuri masih dapat mendatangi kantornya walau sudah pernah berstatus sebagai tersangka serta diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai Ketua KPK oleh Presiden Joko Widodo.

Meski begitu, status Firli yang dimaksud dinonaktifkan sebagai Ketua KPK membuatnya tidak ada berwenang dalam memproduksi keputuaan apapun di dalam lembaga antirasuah itu.

“Kalau ke kantor sah-sah sekadar sebab dia kan semata-mata diberhentikan sementara tentunya dalam kedudukan beliau tugas lalu kewenangannya itu diberhentikan tidaklah boleh dia mengambil keputusan apapun juga,” kata Johanis pada Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2023).

Selain itu, Johanis juga mengatakan KPK telah terjadi memutus akses dengan Firli sejak terbitnya Keppres pemberhentian sementara Firli sebagai Ketua KPK hingga proses hukumnya selesai.

“Pemutusan akses sejak adanya keputusan presiden maka akses beliau sebagai pimpinan atau sebagai ketua itu terputus untuk sementara waktu sampai proses hukum selesai,” ujar dia.

Beredar foto memperlihatkan Ketua KPK Firli Bahuri dan juga Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di dalam sebuah GOR bulutangkis pada kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. (Ist)
Beredar foto memperlihatkan Ketua KPK Firli Bahuri dan juga Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di area sebuah GOR bulutangkis di dalam kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. (Ist)

Sebelumnya, Jokowi resmi menunjukkan Nawawi Pomolango sebagai ketua sementara KPK, usai Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dalam bentuk pemerasan kepada Syahrul Yasin Limpo.

Dengan keputusan tersebut, Firli Bahuri resmi diberhentikan secara sementara sebagai ketua KPK.

“Presiden Joko Widodo telah dilakukan menandatangani Keppres Pemberhentian Sementara Ketua KPK Firli Bahuri, sekaligus menetapkan Nawawi Pomolango sebagai Ketua Sementara KPK,” kata Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana lewat keterangannya dikutip Suara.com, Jumat (24/11/2023).

Jokowi lebih lanjut memilih Nawawi jika dibandingkan dengan tiga delegasi ketua KPK, Alexander Marwata, Nurul Ghufron kemudian Johanis Tanak.

“Keppres ini ditandatangani oleh Presiden Jokowi di tempat Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat malam, 24 November 2023, setiba dari kunjungan kerja dari Kalimantan Barat,” kata Ari.

Perlu diketahui, Firli menyandang status tersangka dugaan korupsi merupakan suap ke mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Dia ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka pada Rabu (22/11/2023).

Pemerasan itu diduga berkaitan dengan kasus korupsi di dalam Kementarian Pertanian yang mana menjerat SYL, saat ini ditangani KPK.

Status itu diumumumkan langsung Dirkrimsus Polda Metro Jaya Ade Safri Simanjuntak, setelah melakukan gelar perkara.

Pada proses penyidikan, mereka itu telah dilakukan memeriksa kurang lebih besar 90 saksi, termasuk ahli. Firli lalu SYL diperiska sebanyak dua kali.

Selain itu rangkaian upaya paksa dalam bentuk penggeledahan juga dijalankan di area dua rumah yang dimaksud ditinggali Firli, Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, serta di area rumah nomor 46 di tempat Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

SUMBER SUARA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *