Firli Jadi Tersangka Kasus Pemerasan, 4 Pimpinan KPK Siap Dipanggil Polda Metro Jaya

Diposting pada

SUARASRAGEN.COM – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak menegaskan, dirinya juga tiga pimpinan KPK lainnya siap memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.

Dia mengatakan, pihaknya akan bersikap kooperatif dalam penanganan kasus dugaan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mana melibatkan Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka.

“Sebagai warga negara tentunya kami taat hukum. Kalau proses hukum seperti itu, kami ikuti,” kata Johanis dalam Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2023).

Menurutnya, pemeriksaan terhadap dirinya dan juga pimpinan KPK lain merupakan kewajiban warga negara yang dimaksud harus dipatuhi.

“Jangan kami memanggil dan juga memeriksa orang, memohon keterangan orang lain dalam perkara yang dimaksud ditangani KPK, kemudian ada aparat penegak hukum lain juga akan mengajukan permohonan keterangan, kami harus patuhi agar suatu perkara dapat diungkap dengan jelas,” ujarnya,” ujar dia.

Beredar foto memperlihatkan Ketua KPK Firli Bahuri juga Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada sebuah GOR bulutangkis pada kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. (Ist)
Beredar foto memperlihatkan Ketua KPK Firli Bahuri dan juga Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah GOR bulutangkis di area kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. (Ist)

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat pimpinan KPK sebagai saksi dalam perkara dugaan pemerasan dengan tersangka Firli Bahuri.

“Kami agendakan pemeriksaan pada minggu depan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (24/11/2023).

Perlu diketahui, Firli menyandang status tersangka dugaan korupsi terdiri dari suap ke mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Dia ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka pada Rabu (22/11/2023).

Pemerasan itu diduga berkaitan dengan kasus korupsi dalam Kementarian Pertanian yang tersebut menjerat SYL, saat ini ditangani KPK.

Status itu diumumumkan langsung Dirkrimsus Polda Metro Jaya Ade Safri Simanjuntak, setelah melakukan gelar perkara.

Pada proses penyidikan, merek sudah pernah memeriksa kurang lebih banyak 90 saksi, termasuk ahli. Firli serta SYL diperiska sebanyak dua kali.

Selain itu rangkaian upaya paksa berbentuk penggeledahan juga dijalani dalam dua rumah yang mana ditinggali Firli, Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, serta dalam rumah nomor 46 pada Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

SUMBER SUARA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *