Geothermal Power: Pengertian, Jenis, Dan Contoh

Diposting pada

Geothermal Power: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Pengertian Geothermal Power

Geothermal power adalah energi listrik yang dihasilkan dari panas bumi. Panas bumi berasal dari peluruhan unsur radioaktif di dalam bumi, serta dari panas yang tersisa dari pembentukan bumi. Panas bumi ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan berbagai teknologi.

Geothermal power merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Tidak seperti bahan bakar fosil, geothermal power tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Selain itu, geothermal power juga merupakan sumber energi yang stabil dan dapat diandalkan.

Jenis-jenis Geothermal Power

Ada dua jenis utama geothermal power, yaitu:

  • Dry steam power: Jenis geothermal power ini memanfaatkan uap panas bumi secara langsung untuk menggerakkan turbin. Uap panas bumi ini dihasilkan dari reservoir air panas bumi yang berada di bawah permukaan tanah.
  • Flash steam power: Jenis geothermal power ini memanfaatkan air panas bumi untuk menghasilkan uap panas bumi. Air panas bumi ini dipompa ke permukaan tanah dan kemudian diubah menjadi uap panas bumi dengan menggunakan tekanan tinggi. Uap panas bumi ini kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin.

Contoh Geothermal Power

Beberapa contoh geothermal power yang beroperasi di dunia antara lain:

  • Geothermal power plant Kamojang: Geothermal power plant ini terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Geothermal power plant Kamojang merupakan geothermal power plant pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara.
  • Geothermal power plant The Geysers: Geothermal power plant ini terletak di California, Amerika Serikat. Geothermal power plant The Geysers merupakan geothermal power plant terbesar di dunia.
  • Geothermal power plant Hellisheiði: Geothermal power plant ini terletak di Islandia. Geothermal power plant Hellisheiði merupakan geothermal power plant terbesar di Islandia.

Potensi Geothermal Power di Indonesia

Indonesia memiliki potensi geothermal power yang sangat besar. Diperkirakan, potensi geothermal power di Indonesia mencapai 29.000 megawatt (MW). Namun, hingga saat ini, baru sekitar 2.000 MW yang telah dimanfaatkan.

Pemerintah Indonesia telah menargetkan untuk meningkatkan pemanfaatan geothermal power hingga mencapai 7.200 MW pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah memberikan berbagai insentif kepada pengembang geothermal power, seperti keringanan pajak dan subsidi.

Manfaat Geothermal Power

Geothermal power memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Ramah lingkungan: Geothermal power tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.
  • Stabil dan dapat diandalkan: Geothermal power merupakan sumber energi yang stabil dan dapat diandalkan. Geothermal power dapat menghasilkan listrik 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
  • Ekonomis: Geothermal power merupakan sumber energi yang ekonomis. Biaya produksi listrik dari geothermal power lebih rendah dibandingkan dengan biaya produksi listrik dari bahan bakar fosil.
  • Menciptakan lapangan kerja: Pengembangan geothermal power dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Tantangan Geothermal Power

Meskipun geothermal power memiliki banyak manfaat, namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan geothermal power, antara lain:

  • Tingginya biaya eksplorasi dan eksploitasi: Biaya eksplorasi dan eksploitasi geothermal power cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena geothermal power plant harus dibangun di daerah yang memiliki potensi geothermal yang tinggi.
  • Risiko geologi: Pengembangan geothermal power dapat menimbulkan risiko geologi, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi.
  • Kurangnya infrastruktur: Di beberapa daerah, infrastruktur untuk mendukung pengembangan geothermal power masih kurang. Hal ini dapat menghambat pengembangan geothermal power di daerah tersebut.

Kesimpulan

Geothermal power merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, stabil, dapat diandalkan, ekonomis, dan dapat menciptakan lapangan kerja. Namun, pengembangan geothermal power menghadapi beberapa tantangan, seperti tingginya biaya eksplorasi dan eksploitasi, risiko geologi, dan kurangnya infrastruktur. Pemerintah Indonesia telah menargetkan untuk meningkatkan pemanfaatan geothermal power hingga mencapai 7.200 MW pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah memberikan berbagai insentif kepada pengembang geothermal power.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *