Nurcahya Diringkus Polisi Gegara Terbitkan DPO Palsu untuk Memeras Korban

Diposting pada

SUARASRAGEN.COM – Seorang pria bernama Nurcahya (30), diringkus polisi lantaran melakukan kecurangan dengan cara menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau DPO palsu.

Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama mengatakan, tersangka diringkus saat berada pada rumahnya, Jalan Sawah Lio, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (3/11/2023).

Putra mengatakan, tersangka Nur mulai melancarkan aksinya sejak September 2023 silam.

Dalam aksinya, tersangka mengambil foto para korbannya melalui sosial media mereka. Selanjutnya, tersangka mengambil logo Tribata Polri kemudian memasukkan nama target di dalam dalam DPO kasus narkoba.

“Tersangka menciptakan laporan polisi palsu tanpa hak yang digunakan dibuat dengan menggunakan handphone dengan format yang diambil dari Google lalu diedit,” kata Putra kepada wartawan pada kantornya, Polsek Tambora, Jumat malam.

Total sejak bulan September lalu, sudah sembilan orang yang mana sudah pernah dibuatkan daftar DPO palsu. Setelahnya pelaku memohonkan beberapa orang uang, agar namanya dicabut dalam daftar DPO palsu tersebut.

Dari sembilan orang korban, dua diantaranya sudah menyetorkan uang senilai Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta.

“Setelah korban mengetahui bahwa merekan sedang dicari polisi maka dia mencari pelaku untuk memohon bantuan pelaku agar bersedia membantu merek agar DPO itu bisa saja dihapus dari database Kepolisian,” ungkapnya.

Setelah korban memberikan sebagian uang, pelaku kemudian merubah daftar nama DPO korban dengan cara pada edit.

“Lalu ditunjukkan kepada mereka itu bahwa laporan polisi yang telah dilakukan diubah sehingga tidak ada ada lagi nama mereka,” tutur Putra.

Putra menjelaskan, dari hasil pemeriksaan korban, merekan memilih memberikan uang ke pelaku sebab tiada ingin repot berurusan dengan polisi.

Putra mengimbau kepada penduduk agar jangan langsung percaya dengan modus-modus penipuan dan juga segera melapor jika ditemukan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 372 serta Pasal 378 KUHP Jo Pasal 263 KUHP tentang Penipuan.

SUMBER SUARA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *