PTPN III Tegaskan Pembentukan Sub Holding SugarCo, PlamCo lalu SupportingCo untuk Kepentingan Negara juga Masyarakat

Diposting pada

suarasragen.com

Setelah sukses membentuk SugarCo pada 2021, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mengakselerasi pembentukan subholding lainnya, yakni PalmCo serta SupportingCo.

Aksi-aksi korporasi ini dijalani sebagai bagian dari perubahan fundamental menyeluruh yang digunakan dijalani Kementerian BUMN terhadap perusahaan-perusahaan di area bawah naungannya.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani menyampaikan, pangan dan juga energi akan menjadi isu penting dalam masa yang mana akan.

Hal ini akibat munculnya dinamika dan juga tantangan global, seperti konflik Ukraina Rusia, ketegangan geopolitik, juga global warming.

Di sisi lain, ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan masih relatif tinggi guna memenuhi kebutuhan publik kemudian stabilisasi harga.

“Karena itu, impor harus terus dikurangi pada masa yang akan datang. Potensi Indonesia untuk menenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan juga sangat besar serta perlu dioptimalkan. Kami meyakini, pembentukan subholding ini akan mampu mengatasi tantangan yang digunakan ada,” ujar Abdul Ghani ditulis Jumat (3/11/2023).

Saat ini, secara konsolidasi luas lahan sawit PTPN Group adalah 600 ribu hektar yang digunakan tersebar di tempat satu puluh PTPN. Sedangkan untuk lahan tebu seluas 173 ribu hektare, terdiri dari 53 ribu HGU juga sisanya tebu rakyat yang digunakan dikelola oleh tujuh PTPN.

Pembentukan subholding, ujar Ghani, dilaksanakan dalam rangka, antara lain, untuk akselerasi sinergitas, optimalisasi sumber daya lebih besar mudah diintegrasikan, lalu memperkuat daya saing PTPN sebagai instrumen negara.

“Holdingisasi sawit (PalmCo) bukan semata merjer. Ada program lanjutan, yaitu pengembangan untuk menghadirkan minyak goreng 1,8 jt ton pada 2026 sehingga bisa saja memenuhi 40 persen kebutuhan minyak goreng domestik,” tutur Ghani.

Ghani menyampaikan, sebagai BUMN, PTPN mengemban berbagai penugasan, termasuk jika dibutuhkan di tempat pasar untuk kepentingan negara. Dia menegaskan, berbagai aksi korporasi yang diimplementasikan holding dalam klaster perkebunan dan juga kehutanan tetap berada dalam bawah komando lalu pengawasan pemerintah sebagai pemegang saham.

SUMBER SUARA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *