Tangan Diborgol dan juga Pakai Rompi Pink, Muka Achsanul Qosasi Cemberut saat Digelandang ke Mobil Tahanan Kejagung

Diposting pada

suarasragen.com –

Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Achsanul Qosasi resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo. Achshanul Qosasi terlihat memakai rompi tahanan berwarna pink saat digiring ke mobil tahanan pada Gedung Kejaksaan Agung pada Jumat (3/11/2023).

Saat digelendang menuju mobil tahanan,  Achsanul Qosasi terlihat dijaga ketat oleh beberapa jumlah aparat.

Selain mengenakan rompi tahanan Kejagung, kedua tangan Achsanul Qosasi tampak terlihat diborgol. 

Namun, dia menutupi kedua tangannya yang tersebut terborgol itu dengan map berwarna merah jambu.

Pantuan Suara.com, Achsanul Qosasi tampak memasang wajah cemberut saat digelandang mobil tahanan.

Anggota BPK Achsanul Qosasi resmi ditetapkan tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo. (Suara.com/Yaumal)
Anggota BPK Achsanul Qosasi resmi ditetapkan tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo. (Suara.com/Yaumal)

Eks politisi Partai Demokrat itu juga memilih bungkam saat dicecar wartawan dengan beberapa orang pertanyaan.

Achsanul resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih banyak 3 jam. Dia diduga turut menikmat uang korupsi BTS 4G BAKTI Kominfor sebesar Rp 40 miliar.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Kuntadi menyebut penetapanya sebagai tersangka memenuhi prosedur.

“Setelah diimplementasikan pemeriksaan secara intensif kemudian dikaitkan dengan alat bukti yang mana sudah kami temukan sebelumnya, maka tim berkesimpulan sudah pernah ada cukup alat bukti untuk menetapkan yang mana bersangkutan sebagai tersangka,” kata Kuntadi.

Kejagung RI menahan Anggota BPK Achsanul Qosasi usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo. (Suara.com/Yaumal)
Kejagung RI menahan Anggota BPK Achsanul Qosasi usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek BTS BAKTI Kominfo. (Suara.com/Yaumal)

Uang itu diberikan Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan lewat dua tersangka Windi Purnama serta Sadikin Rusli pada Hotel Grand Hyatt, Jakarta pada 19 Juli 2022. Diduga pemberian uang yang terkait audit BPK pada proyek BTS 4G BAKTI Kominfo.

“Masih kami dalami ya, apakah uang banyak 40 miliar hal itu dalam rangka untuk mempengaruhi proses penyidikan kami, atau dalam rangka untuk mempengaruhi proses audit BPK,” kata Kuntadi.

“Tapi yang tersebut jelas peristiwa hal itu terjadi pada saat awal-awal kami melakukan penyidikan artinya masih harus kami dalami,” sambungnya.

Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Achsanul Qosasi ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka pada Jumat (3/10/2023). [Suara.com/Yaumal]
Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Achsanul Qosasi ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka pada Jumat (3/10/2023). [Suara.com/Yaumal]

Kejagung menjerat Achsanul Qosasi dengan Pasal 12 B, Pasal 12 e lalu atau Pasal 5 ayat (2) huruf b juncto Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan juga atau Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Setelah resmi tersangka, Kejagung menahan Achsanul Qosasi selama 20 hari ke depan di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Namanya Disebut dalam Sidang

Diberitakan sebelumnya,  nama Achsanul Qosasi sempat disebut

oleh terdakwa Galumbang Menak Simanjuntak dalam persidangan kasus korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo dalam Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, pada Senin (23/10/2023) lalu.

Mantan Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia  itu mengungkap sosok AQ yang mana disebutnya adalah anggota III BPK RI, Achsanul Qosasi.

“Saudara tahu yang dimaksud AQ itu siapa? Menghadap AQ?” tanya Jaksa di dalam Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, pada Senin (23/10/2023).

“Ya Pak Achsanul,” jawab Galumbang.

“Achsanul siapa?”

“Qosasi,” singkat Galumbang.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga pernah mengonfirmasi kepada terdakwa Irwan Hermawan selaku Komisaris PT Solitech Media Sinergy terkait sosok AQ. Jaksa ketika itu menggali terkait adanya aliran uang senilai Rp40 miliar melalui Sadikin Rusli ke BPK RI.

SUMBER SUARA.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *